Kamis, 04 April 2013

Beristighfar, sadar kenapa berekspresi demikian

Siang ini.. kaki beranjak dari rumah terbaik menuju sebuah rumah sakit. Transportasi umum menghantarkanku, hingga ketika baru saja naik mobil dengan cekat si sopir menginjak pedal gas nya kembali. Kontan raga tak bisa menjaga keseimbangan. Aplikasi hukum newton terjadi.
Sedikit teriak dengan nada rendah, kemudian ku temukan kursi kosong di sebelah seorang ibu setengah baya yang terdiam saja,, tanpa ekspresi tanpa torehan senyum padaku sembari memegangi tas nya. Padahal mungkin beliau tahu bahwa saya kerepotan dengan barang bawaanku hingga tragedi kecil yang terjadi.
So? Gini.. Jadi biasanya seasing-asingnya penumpang di transportasi umum, pasti akan terjadi sebuah interaksi. Negatifnya saya adalah 'lho ada apa dengan ibu-ibu ini.. Diam saja sambil mengatur wajahnya lurus ke depan'
Hingga setelah beberapa kilometer terlewati, ibu itu ternyata mabuk perjalanan tapi beruntungnya beliau telah persiapan mengatasi hal tsb.. (hee)
Kasihan sekali... Tapi berhubung kondisi raga kurang fit, saya cuek-cuek saja. -tapi bukan berarti bales dendam lho-
Hmm hingga 20 KM.. Barulah beliau menyapa saya dengan ramahnya. Bertanya tempat mana yang dituju. Hingga kami sempat mengobrol dalam beberapa kalimat percakapan.
Menggerutu dalam hati:
"Astaghfirullah.. Pikiran ini telah berprasangka buruk terhadap orang lain. Dan mengapa bukannya saya saja yang duluan memberikan aksi. -pengin tertawa mesem...he-
Ya Allah.. Berilah kejernihan pada hati dan pikiran hamba. Aamiin"
Sebuah pengalaman hidup yang bisa dipetik hikmah sebanyak-banyaknya. Tidak perlu menilai orang dari luarnya saja. Tidak perlu menilai orang tidak baik jika dia tidak memberikan sebuah aksi yang dapat menyegarkan jiwa kita. Konsenkan pikiran agar selalu berpikir positif dalam setiap keadaan. Baik itu kondisi yang berat atau ringan.
Baiklah... Hidup itu mudah jika kita tidak mempersulitnya.
(Created by Resti Kardina @RuanganRawatInap)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar