Barangkali memang sulit untuk menerima, kenapa ini semua dimulai, jika akhirnya seperti ini.
Barangkali takkan mudah untuk kembali duduk, ketika telah berlelah-lelah berlari, namun tak ada garis finish yang pasti. Seperti enggan mendengar bisikkan yang lain, tapi hanya satu huruf darimu, itu mampu terpatri. Baik atau tidak huruf-huruf itu, namun bagi hati, itulah ladang mengikhlaskan.
Mudah berucap untuk tegak lagi, namun kenyataannya hati yang menjadi kendali dalam hal ini.
Aku ingin bahagia kembali, bersama.
Memang tak seindah pelangi, namun ingin mewarnai. Memang tak setenang air di danau, namun ingin mendamaikan. Gemercik air itu menyejukkan, terlebih ia jernih dan maslahat. Tetap mengalir itulah harapan. Sang Khaliq mencipta dan mengatur, yang tercipta menghamba dan berikhtiar. ^marku^
Senin, 21 Desember 2015
Tidak didengarkan
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar